27.9 C
Kuala Lumpur
Saturday, October 24, 2020

Isu SRK Seri Pristana: Yang Bekerja Disiasat, Kaki Fitnah Ketawa Besar – Bengong Timbalan Menteri

Nak saman pembawa fitnah pun tak boleh sebab Timbalan Menteri tanpa usul periksa dah minta maaf – bodoh piang

Guru Besar Sekolah Rendah Kebangsaan (SRK) Seri Pristana disiasat walaupun ternyata tuduhan mengarahlan pelajar bukan Islam makan di dalam tandas ketika bulan puasa tidak benar. Sebaliknya mereka yang memfitnah dan menyebarkan fakta palsu langsung tidak disiasat sehingga kini.

Untuk mengalih perhatian maka macam-macamlah alasan digunakan tersebut termasuk tiada temoat lain yang sesuaikah, sekolah luas, carilah tempat lain bukannya diubah suai bilik persalinan menjadi tempat makan. Bercakap macam mereka sempurna dan serba betul walaupun tidak pernah ke sekolah tersebut.

(Nota: Kalau setakat masuk pejabat main facebook tak perlulah bagi pendapat tak masuk akal seperti makan di perpustakaan, makan dalam kelas, makan dalam bilik guru. Idea bodoh! Kalau makanan bersepah, air tumpah, meja comot dengan makanan, ada ibu bapa nak pergi setiap kelas untuk bersihkan?)

Ikuti luahan anak Guru Besar terbabit dan pendedahan mengenai keadaan sebenar.

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang..

I’m usually fast at writing my post but this time I’m stuck. No words can reveal my frustration about what has been happening. I scroll through my facebook wall and I just couldn’t bear all the fitnahs that have been going. I’m crying inside. Very loud. Trying my best not to curse out-loud during this holy month. People are talking as if they knew everything. I can’t even believe some of them are actually my friends. I can’t blame them. They don’t know the real story. So they have the right to talk?? To post whatever they want? Even things that are damaging to people involved?

As most of you have known or heard of it’s the very famous story of the school that ‘forced’ non-muslims to eat in the TOILET. Oh my goodness for the sake of your religions and beliefs it is a CHANGING ROOM to begin with. Now some other people don’t even care to know the difference.

They ARE DIFFERENT! And do you even know the condition of the place to say that it’s dirty, not hygienic and whatnot? You’re not even there. Why are you rubbing salt to the wounds? Do you really not know, heard or even care about RACIAL SENSITIVITY? If you do why is there only non-muslims in that photo even though muslim students ARE ASKED to do the same if they aren’t fasting. They are not given extra treatment, to eat in a luxurious dining hall. They are all treated equally. Just the fact that there are more non-muslims who aren’t fasting makes it a bigger deal. Do you see what I see now?
Screenshot_2013-07-24-08-02-01-1
I’m very deeply wounded by this and ESPECIALLY WOUNDED because it’s my dad who is involved in this matter. Yes it’s my freaking DAD. He is the headmaster of the school and only God knows how many times I have rethink about posting this on my wall but things have gotten too serious for what it’s worth and I can’t help but to do something, at least by doing this. Who am I again? Who are going to read my post? I’m just like any other medical student studying overseas under the blessings of duit rakyat, and temporarily back in Malaysia for summer holiday, hoping to spend a good time with my family, but now this?

My dad is the most motivated headmaster I’ve ever met and yes you may think I say this out of bias as a daughter but hey aren’t your dad the best dad in the whole world for you? I know my dad so well. He may be a person who is inclined to support the government, but he will NEVER abuses his power to do anything like has been accused by some irresponsible parties. He comes back everyday from work boasting about his school’s potential. About how the kids have grown better in both academics and co-curiculums. He never stops asking me and my brother questions about how to improve his school. Urging us to go to his school to give out speeches to motivate the students to reach out for their dreams. To become role models to the society and do not let the society ruins you no matter what. Ironic enough, it’s the society who ruined him.

What makes things worse is people keep on posting bad things about my dad, even attacking his posts he’s made in the past that I need to deactivate his facebook for a while to protect him from those horrendous comments and threatening messages that he didn’t even know about.

Please people, if you still have the slightest bit of humanity stop the fitnah. Do you not fear of the consequences of spreading fitnah? Do you not fear of God’s punishment? I’m writing crying my heart out with the intention of being able to reach out to your decent hearts, please STOP! In the name of Allah, in the name of God, please, PUTTING ASIDE WHICH POLITICAL PARTIES YOU’RE ON, just think of me from a perspective of a daughter who cares about her dad. I’m sure you all know how I feel. If you think I’m writing this to gain sympathy, you’re damn right I am. If that’s the least that I can do for my dad.

FYI, because of your ruthless thought Mr. Author, my dad is now with the police, to be investigated. Seriously is my dad really that bad of a person? I think it’s enough for me not to agree with that. And I’m sure all of the people who truly knows him would be on my side. Tabahkan hati Farah. InsyaAllah Allah bersama org teraniaya. The truth will be revealed. I’m praying hard for that. And I believe those who are my friends are with me. No matter what your skin colour or beliefs. People who knows me knows me well and I believe in them and those who don’t, don’t even bother to stalk my life finding faults in mine. Cause I’m sure some of you have done that to my dad. May God guide your life. You can read the post in the picture if you would even bother.

Terjemahan Oleh http://panggungopera.blogspot.com/

Coretan anak guru besar sk sri pristana. Cuba kita letakkan diri kita dalam situasi mereka. Hentikan fitnah. Saya akui, saya sendiri sebak membaca status farah asyikin
(Terjemahan)

“Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang..

Kebiasaannya cepat saja untuk saya menulis post saya, tetapi kali ini, entah kenapa, saya rasa seperti tersekat. Tiada kata yang boleh memperlihatkan kekecewaan saya mengenai apa yang telah terjadi. Saya melihat post di facebook dan saya tidak dapat menanggung segala fitnah yang berlaku. Didalam hati, saya menangis. Menangis kuat. Mencuba menahan diri untuk tidak mengeluarkan kata kesat di saat bulan mulia.

Mereka bercakap seperti mereka lebih tahu segalanya. Saya seperti tak percaya yang ada segelintir dari mereka adalah sahabat saya sendiri. Saya tak boleh salahkan mereka. Mereka tidak tahu cerita yang sebenar-benarnya. Adakah mereka layak untuk bercakap? Untuk post apa saja yang mereka hendak? Walaupun hal itu akan merosakkan dan memburukkan pihak yang berkenaan?

Seperti yang kamu semua tahu mengenai cerita kononnya “sekolah yang telah memaksa pelajar bukan islam untuk makan di tandas”, ya Allah , itu sebenarnya adalah BILIK PERSALINAN. Sekarang, sesetengah orang tak tahu apa perbezaannya. Ia adalah BERBEZA! Dan adakah kamu tahu sebenar-benarnya keadaan yang kamu katakan kotor, dan entah apa lagi? Kamu tak pernah berada disitu! Kenapa kamu seakan-akan meletakkan garam di atas luka? adakah kamu benar tahu, dengar dan prihatin tentang sensitiviti kaum?

Pertuduhan murid makan di tandas adalah tidak benar sama sekali.Tandas pun tak mampu nak beza.Penat Penat.
Kalau benar kamu prihatin, kenapa hanya menyebarkan gambar pelajar bukan islam sedangkan pelajar islam yang tidak berpuasa juga DISURUH melakukan hal yang sama (makan dibilik persalinan). Mereka (pelajar muslim) tidak diberi layan istimewa, makan di tempat yang seakan-akan mewah. Mereka diberi layanan yang sama. Hanyalah kerana kebanyakkan mereka yang makan disitu adalah bukan muslim, membuatkan hal ini menjadi isu besar. Adakah kamu lihat apa yang saya lihat sekarang?

Saya sangat-sangat TERLUKA dengan hal ini dan sangat-sangat pedih rasanya kerana hal ini melibatkan ayah saya sendiri. Ye, ayah saya. Dia adalah pengetua sekolah dan hanya Allah saja yang tahu berapa kali saya berfikir untuk menulis post ini di facebook kerana saya merasakan hal ini telah menjadi sangat serius dan apa yang perlu, saya perlu berbuat sesuatu , paling tidak pun untuk menulis post ini.
Siapalah diri saya ini? Siapa yang akan membaca post saya ini? Saya seperti pelajar dalam bidang perubatan yang lain , belajar di luar negara dengan bantuan duit rakyat, dan balik sebentar untuk percutian musim panas, dengan harapan dapat meluangkan masa dengan keluarga. Tetapi, apakah yang berlaku sekarang ini?

Ayah saya adalah seorang pengetua yang sangat bermotivasi yang pernah saya jumpa dan kamu boleh mengatakan ianya bias, kerana saya sebagai seorang anak perempuan dan bukankah semua merasakan ayah kita adalah yang terbaik di dunia? Saya mengenali ayah saya dengan sangat baik. Dia mungkin merupakan insan yang menyokong kerajaan, tetapi dia TIDAK AKAN menyalahgunakan hak dan kuasa dia sebagai pengetua seperti apa yang diperkatakan oleh setengah pihak yang tidak bertanggungjawab.

Dia balik kerja setiap hari bercerita dengan megahnya mengenai potensi sekolah. Mengenai bagaimana pelajar-pelajar membesar dengan baik didalam pelajaran mahupun kokurikulum. Dia tak pernah berhenti bertanya dengan saya dan abang mengenai bagaimana caranya untuk memperbaiki dan mempertingkatkan lagi prestasi sekolah. Memohon kami untuk pergi ke sekolah tersebut dan memberikan kata-kata motivasi dan ceramah untuk para pelajar untuk mengejar cita-cita. Untuk menjadi contoh kepada mereka dan jangan biarkan masyarakat menjatuhkan kita . Ironinya, masyarakat jugalah yang menjatuhkan dia (ayah saya).

Menjadikan hal ini lebih teruk kerana ada manusia yang tidak henti menyebarkan hal yang buruk mengenai ayah saya, tidak cukup dengan itu, mereka menyerang ayah saya di facebook, di setiap post ayah, dan apa yang perlu saya lakukan hanyalah dengan menghentikan dulu akaun facebook ayah saya untuk sementara, hanyalah untuk melindungi ayah saya daripada komen-komen yang menghina dan tak dapat diterima akal, segala komen yang mengecam ayah saya yang dia sendiri tidak sedar.Tolonglah, jika kamu masih ada rasa perikemanusiaan, hentikanlah fitnah. Adakah kamu tidak takut akan kesan menyebarkan fitnah? Adakah kamu tidak takut akan pembalasan dari Allah? Saya menulis ini dengan menangis sekuat hati dengan niat agar post ini dapat menarik mereka yang baik hati agar menghentikan fitnah ini. Dengan nama Allah, saya memohon , ketepikan dahulu politik mana yang kamu sokong, dan cuba berfikir dalam perspektif seorang anak perempuan yang prihatin akan ayahnya. Saya rasa kamu faham apa yang saya rasa sekarang. Jika Kamu rasa, saya menulis ini adalah untuk meraih simpati, kamu memang benar. Jika dengan berbuat demikian, boleh membantu ayah saya.

Untuk pengetahuan, oleh kerana pemikiran kejam pihak yang menulis hal ini, ayah saya sekarang berada dengan pihak polis untuk disiasat. Adakah ayah saya kelihatan sangat jahat? Saya rasa, cukup untuk saya mengatakan tidak. Saya pasti, sesiapa yang mengenali ayah saya pasti akan memihak kepada saya.






Berita Berkaitan

Jumpa mayat reput di belakang kuil

Taiping: Mayat reput ditemui penduduk di kawasan semak belakang kuil di Taman Zenith, di...

Polis tahan 31 individu berhibur dalam parti tertutup

ISKANDAR PUTERI: Polis menahan 31 individu dipercayai mengadakan parti tertutup di dua kediaman dalam...

‘Raja’ Macau Scam Goh Leong Yeong lolos panjat pagar SPRM diburu polis

Bukit Aman sedang memburu dalang utama atau ‘Raja’ Macau Scam yang melarikan diri dengan...

ADUN Warisan Kunak positif COVID-19

KUNAK: Ahli Dewan Undangan Negeri (ADUN) Kunak, Norazlinah Arif hari ini memaklumkan beliau disahkan...

Komen

..

Dah memang cara Mahathir dari dulu, Najib beritahu Ram Karpal

Ahli Parlimen DAP Ramkarpal kata dia kesal pernah kerjasama dengan Tun Mahathir. Ramkarpal juga dakwa Tun Mahathir telah musnahkan sistem kehakiman untuk penjarakan ramai orang...
993PeminatSuka
4,100PengikutMengikut
3,355PengikutMengikut
11,000PelangganLanggan