LAPAN: Cahaya hijau dekat Merapi kemungkinan terkait hujan meteor

Popular

01:00:37

[Video] Apa motif Mahathir & Guan Eng buat pinjaman Bon Samurai sedangkan ekonomi negara disahkan kukuh?

Menteri kewangan Tengku Zafrul buat kenyataan bahawa kerajaan tak...

Kos pengeluaran arang batu turun, tarif elektrik dijangka lebih rendah

Tenaga Nasional Bhd (TNB) menjangkakan kemungkinan berlakunya penurunan kecil...

PROTON terus catat jualan memberangsangkan

Proton Holdings Bhd (PROTON) menjual sebanyak 11,378 unit kenderaan...

Covid-19: Masa sesuai kaji semula dasar pelaburan negara

Ini merupakan masa yang sesuai untuk Malaysia membuat pertimbangan...

China akan beli 1.7 juta tan minyak sawit Malaysia sehingga 2023

China menyatakan komitmennya untuk membeli 1.7 juta tan minyak...

Terkini

Benarkah UMNO bentuk jajaran baharu?

1. Sejak beberapa hari ini tular pelbagai poster yang...

Kerajaan PN: Kaji, siasat dan rangka…

20 Jan 2021: Kerajaan PN akan kaji kenaikan harga...

INW: Indonesia pasar menggoda sindikat narkoba internasional

masih lemahnya sistem pengamanan yang sudah ada Jakarta (ANTARA) -...

凯里:采访奥运媒体即日起接种疫苗

(布城14日马新社讯)全国新冠疫苗接种计划(PICK)协调部长凯里说,即将前往东京采访奥运会的媒体人员从今日起施打新冠疫苗。

Jakarta (ANTARA) – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan bahwa cahaya hijau yang muncul di dekat Gunung Merapi kemungkinan berkaitan dengan aktivitas hujan meteor.

“Diduga kilatan cahaya yang kehijauan yang muncul di dekat Gunung Merapi mungkin terkait dengan aktivitas hujan meteor,” kata peneliti LAPAN Andi Pangerang, menurut situs Edukasi Sains Antariksa LAPAN, yang dipantau dari Jakarta, Minggu.

Sebelumnya, sebuah unggahan akun Instagram @Gunarto_Song menunjukkan foto dengan cahaya berkelebat hijau yang muncul di dekat Gunung Merapi. Fenomena itu juga dikonfirmasi melalui pantauan CCTV Merapi dan Pos Kalitengah Kidul.

Menurut Andi, berdasarkan data International Meteor Organization (IMO) dalam Bulan Mei 2021 setidaknya terdapat dua hujan meteor yang sedang aktif ketika cahaya tersebut diabadikan kamera pada Kamis (27/5), yaitu hujan meteor Eta Aquarid yang aktif pada 19 April sampai 28 Mei 2021 dan hujan meteor Arietid pada 14 Mei sampai 24 Juni 2021.

Hujan meteor sendiri adalah meteor yang jatuh dan melewati permukaan bumi dalam jumlah banyak sehingga dapat dilihat oleh manusia, seperti hujan yang turun.

“Peristiwa jatuhnya meteor adalah peristiwa astronomi yang biasa terjadi dan tidak ada hubungannya dengan apapun tentang gerhana bulan total yang baru saja terjadi Rabu (26/5) silam, sehari sebelum dipotretnya kilatan cahaya kehijauan di Merapi, maupun sesuatu tentang aktivitas Merapi,” kata Andi.

Warna yang muncul saat hujan meteor bergantung pada unsur mendominasi meteor yang jatuh tersebut. Warna biru kehijauan berasal dari magnesium, kalsium ditandai dengan warna violet, dan nikel ditandai dengan warna hijau yang bersinar.

Mengingat cahaya yang dipancarkan di foto itu berwarna kehijauan, ujar Andi, kemungkinan besar meteor yang jatuh di sekitar Merapi didominasi oleh unsur magnesium.

Jika masih tersisa batu dari meteor yang jatuh atau meteorit di dekat Merapi itu, maka Andi memperkirakan posisinya berada di sekitar puncak Gunung Merbabu.

“Perkiraan menggunakan metode paralaks sederhana menyimpulkan bahwa kemungkinan sekiranya terdapat meteorit, lokasi jatuhnya justru bukan berada di lereng Merapi, melainkan agak di sekitar puncak Merbabu. Hal itu ditandai dengan posisi kilatan cahaya yang nyaris vertikal menjulang ke langit,” ujarnya.

Namun, kilatan cahaya yang secara visual tidak terlalu besar dan ditambah ketiadaan ledakan membuat Andi memperkirakan meteor yang jatuh tidak terlalu besar, setidaknya berukuran seperti kerikil dan bisa jadi telah habis terbakar di atmosfer.

BACA juga:

Leave a Reply