Polisi sita 185 kilogram tembakau sintetis

Popular

01:00:37

[Video] Apa motif Mahathir & Guan Eng buat pinjaman Bon Samurai sedangkan ekonomi negara disahkan kukuh?

Menteri kewangan Tengku Zafrul buat kenyataan bahawa kerajaan tak...

Kos pengeluaran arang batu turun, tarif elektrik dijangka lebih rendah

Tenaga Nasional Bhd (TNB) menjangkakan kemungkinan berlakunya penurunan kecil...

PROTON terus catat jualan memberangsangkan

Proton Holdings Bhd (PROTON) menjual sebanyak 11,378 unit kenderaan...

Covid-19: Masa sesuai kaji semula dasar pelaburan negara

Ini merupakan masa yang sesuai untuk Malaysia membuat pertimbangan...

China akan beli 1.7 juta tan minyak sawit Malaysia sehingga 2023

China menyatakan komitmennya untuk membeli 1.7 juta tan minyak...

Terkini

Tak reti beRaja!

Kalau rakyat biasa, memang boleh dimaafkan sebab keberah. Tapi kalau Menteri itu namanya derhaka. 𝐎𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐞𝐫𝐡𝐚𝐤𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐩𝐚𝐭𝐮𝐭 𝐬𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐝𝐢𝐥𝐮𝐜𝐮𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐠𝐚𝐥𝐚 𝐣𝐚𝐰𝐚𝐭𝐚𝐧.

Lucky Alamsyah segera diperiksa polisi terkait tudingan tabrak lari

Mudah-mudahan yang bersangkutan kooperatif untuk datang Jakarta (ANTARA) - Polda...

Wan Saiful ‘KOYAK’, hadkan komen pembaca di Facebook

Selepas Wan Saiful Wan Jan cuba ‘troll‘ Datuk Seri...

Saham Serba Dinamik jatuh pagi ini setelah melonjak tinggi semalam

Harga saham Serba Dinamik Holdings Bhd jatuh pada perdagangan...

Jakarta (ANTARA) – Polres Metro Jakarta Selatan menyita barang bukti narkotika jenis tembakau sintetis produksi rumahan seberat 185 kilogram dari tiga lokasi, yakni di Bogor, Pandeglang dan Bandung.

“Ini jaringan yang sama,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin.

Ia menyebutkan pengungkapan tersebut merupakan kartel narkotika yang diduga dikendalikan oleh anak-anak muda dengan transaksi melalui media sosial.

Polisi sudah mengantongi identitas aktor utama peredaran narkotika tembakau sintetis itu yang berinisial G dan masih dalam pengejaran.

“Dia (G) yang kendalikan semuanya. Ini sama dengan kartel halus anak-anak muda semua pelakunya. Dia mengendalikan tapi tidak bertemu dengan kaki tangan yang lain, hanya satu dua saja dan dikendalikan lewat media sosial dan grup di medsos,” katanya.

Narkotika jenis tembakau sintetis itu sudah dikemas rapi layaknya kemasan camilan atau kue kering dengan kode R.

Baca juga: Polisi kejar lima DPO sindikat tembakau sintetis

Baca juga: Polres Jaksel tangkap produsen tembakau sintetis

Berdasarkan keterangan pelaku, satu hari mereka memproduksi 20 kilogram tembakau yang dicampur bahan kimia berbahaya atau tembakau sintetis dan telah produksi selama sekitar satu tahun.

Ia memperkirakan nilai dari temuan 185 kilogram barang bukti tersebut setara dengan Rp14-15 miliar.

Polisi masih memburu lima orang termasuk dua di antaranya berinisial G dan P yang merupakan aktor utama dan pengendali produksi.

Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan menangkap sembilan orang yang berperan mulai dari produsen hingga kurir.

Sembilan pelaku tersebut yakni berinisial MR, AF dan J sebagai penjual, AH sebagai kurir dan R, RP, RA, TA dan M sebagai penjual dan produksi tembakau sintetis.

Para pelaku diancam hukuman penjara minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun dengan denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BACA juga:

Leave a Reply