Polisi ungkap pesta narkoba di Puncak berkedok “family gathering”

Popular

01:00:37

[Video] Apa motif Mahathir & Guan Eng buat pinjaman Bon Samurai sedangkan ekonomi negara disahkan kukuh?

Menteri kewangan Tengku Zafrul buat kenyataan bahawa kerajaan tak...

Kos pengeluaran arang batu turun, tarif elektrik dijangka lebih rendah

Tenaga Nasional Bhd (TNB) menjangkakan kemungkinan berlakunya penurunan kecil...

PROTON terus catat jualan memberangsangkan

Proton Holdings Bhd (PROTON) menjual sebanyak 11,378 unit kenderaan...

Covid-19: Masa sesuai kaji semula dasar pelaburan negara

Ini merupakan masa yang sesuai untuk Malaysia membuat pertimbangan...

China akan beli 1.7 juta tan minyak sawit Malaysia sehingga 2023

China menyatakan komitmennya untuk membeli 1.7 juta tan minyak...

Terkini

Kemarin, tersangka preman di Jakarta Utara dan Jakarta Barat ditangkap

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita seputar kriminalitas Jakarta terkait...

KISAH ANTI-VAKSIN, ISU PERDANA MENTERI BARU DAN HARAPAN KEPADA YDP AGONG

1. Anti vaksin jadi kambing hitam. Itulah yang mula...

Kim Jong Un label K-Pop sebagai ‘barah mudarat’

PYONGYANG: Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menuduh K-Pop...

限行令延长警方继续设路障·韩沙:接受14日到期通行信

内政部长拿督斯里韩沙再努丁指出,由于政府已延长限行令3.0两周,警方会继续接受将于14日届满的关键领域通行信函,直至28日。

Healthcare Assistant In The UK Steals Dead Patient’s Bank Card To Buy Snacks

A healthcare assistant, Ayesha Basharat was caught stealing an...

60 orang diamankan dalam penggerebekan ini, 27 orang di antaranya positif menggunakan narkoba jenis sabu setelah dilakukan tes urine

Jakarta (ANTARA) – Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Utara mengungkap lima tersangka kasus pesta narkoba di kawasan Puncak, Cipanas-Cianjur, Jawa Barat pada Kamis (3/6)  berkedok acara temu keluarga (family gathering).

Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Guruh Arif Darmawan dalam jumpa pers, Jumat, mengatakan kelima tersangka merupakan pemasok narkotik jenis sabu kepada 22 orang pemakai narkoba lainnya yang mengikuti kegiatan tersebut.

Baca juga: Polisi: Dua pemakai narkoba di Priok terindikasi positif COVID-19

“Pesta narkoba tersebut digelar dengan kedok family gathering di Villa kawasan Puncak, Cipanas-Cianjur, Jawa Barat. 60 orang diamankan dalam penggerebekan ini, 27 orang di antaranya positif menggunakan narkoba jenis sabu setelah dilakukan tes urine di lokasi,” ujar Guruh.

Guruh mengatakan berdasarkan penyelidikan terdapat tiga orang tersangka bandar narkoba dari lima tersangka tersebut.

Ketiga orang tersebut yang berinisial HS, AR, dan MS, mengaku kepada polisi sebagai pemilik lapak  narkoba di wilayah Kampung Muara Bahari, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sedangkan dua tersangka lainnya yang ikut diringkus yang berinisial IR dan AL, merupakan anak buah MS yang bertugas  melakukan transaksi narkoba.

Hingga kini, kata Guruh, polisi masih terus menelusuri tersangka lain yang diduga terlibat dalam kasus peredaran narkoba jenis sabu di kawasan tersebut hingga ketemu siapa yang menjadi bandar besar mereka.

Baca juga: Polisi dirikan posko pengamanan di Kampung Ambon Jakarta Barat

Namun, untuk kasus pesta narkoba di Villa kawasan Puncak, Cipanas-Cianjur, Jawa Barat, polisi menemukan bukti keterlibatan HS alias Bodrex sebagai bandar kecil kasus tersebut.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Ashanul Muqaffi menuturkan HS merupakan pemain lama dalam bisnis narkoba. Bahkan, kata dia HS juga pernah menjadi residivis dengan kasus berbeda.

“2003 dia pernah ditahan karena kasus pencurian kendaraan bermotor (ranmor), setelah dari itu dia baru mulai main (narkoba) berarti 2004,” katanya.

Baca juga: Ganja 165 kg dan sabu 4,5 kg dimusnahkan di Jakarta Barat

Tersangka HS mengaku bisa menghasilkan uang ratusan juta rupiah dalam sebulan yang diperoleh dari hasil membuka empat lapak jual beli narkoba di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
“Satu bulan Rp 100 juta bisa,” kata HS di depan wartawan saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (4/6/2021).

Untuk menjalankan roda bisnisnya, HS mengaku tak bekerja sendirian.

Ia mempekerjakan empat anak buahnya di masing-masing lapak. HS juga dibantu adik kandungnya sendiri, MS.

Sementara AR mengaku berperan menggerakkan massa di Kampung Muara Bahari bila terjadi penggerebekan.

AR juga mengaku memiliki dua lapak untuk menjual sabu. Namun, kepada wartawan, AR mengaku sudah lama ingin insyaf dari pekerjaannya.

Ia mengatakan sudah membuka usaha dagang lain di kawasan tersebut agar tidak menggantungkan hidupnya dari perdagangan narkoba.

Namun, polisi tetap akan memproses para tersangka sesuai hukum yang berlaku.

Kelima tersangka terancam hukuman kurungan penjara maksimal 20 tahun penjara berdasarkan pasal 114 subsider 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BACA juga:

Leave a Reply