Sri Mulyani targetkan rasio perpajakan 2022 naik, capai 8,42 persen

Popular

01:00:37

[Video] Apa motif Mahathir & Guan Eng buat pinjaman Bon Samurai sedangkan ekonomi negara disahkan kukuh?

Menteri kewangan Tengku Zafrul buat kenyataan bahawa kerajaan tak...

Kos pengeluaran arang batu turun, tarif elektrik dijangka lebih rendah

Tenaga Nasional Bhd (TNB) menjangkakan kemungkinan berlakunya penurunan kecil...

PROTON terus catat jualan memberangsangkan

Proton Holdings Bhd (PROTON) menjual sebanyak 11,378 unit kenderaan...

Covid-19: Masa sesuai kaji semula dasar pelaburan negara

Ini merupakan masa yang sesuai untuk Malaysia membuat pertimbangan...

China akan beli 1.7 juta tan minyak sawit Malaysia sehingga 2023

China menyatakan komitmennya untuk membeli 1.7 juta tan minyak...

Terkini

Kemarin, tersangka preman di Jakarta Utara dan Jakarta Barat ditangkap

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita seputar kriminalitas Jakarta terkait...

KISAH ANTI-VAKSIN, ISU PERDANA MENTERI BARU DAN HARAPAN KEPADA YDP AGONG

1. Anti vaksin jadi kambing hitam. Itulah yang mula...

Kim Jong Un label K-Pop sebagai ‘barah mudarat’

PYONGYANG: Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menuduh K-Pop...

限行令延长警方继续设路障·韩沙:接受14日到期通行信

内政部长拿督斯里韩沙再努丁指出,由于政府已延长限行令3.0两周,警方会继续接受将于14日届满的关键领域通行信函,直至28日。

Healthcare Assistant In The UK Steals Dead Patient’s Bank Card To Buy Snacks

A healthcare assistant, Ayesha Basharat was caught stealing an...

Konsistensi dalam melakukan reformasi perpajakan dan pemulihan ekonomi diharapkan mampu meningkatkan rasio perpajakan secara bertahap

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menargetkan rasio perpajakan 2022 akan berada pada kisaran 8,37 persen sampai 8,42 persen terhadap PDB atau lebih tinggi dibanding target dalam APBN 2021 sebesar 8,18 persen PDB.

“Konsistensi dalam melakukan reformasi perpajakan dan pemulihan ekonomi diharapkan mampu meningkatkan rasio perpajakan secara bertahap,” kata Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Senin.

Sri Mulyani juga optimis penerimaan perpajakan pada 2022 akan lebih baik dibanding 2021 yaitu berdasarkan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun Anggaran 2022.

Dalam KEM PPKF Tahun Anggaran 2022 menargetkan penerimaan perpajakan mencapai sekitar Rp1.499,3 triliun sampai Rp1.528,7 triliun.

Baca juga: Sri Mulyani: Rasio pajak Indonesia masih rendah

Ia menuturkan optimalisasi penerimaan perpajakan akan dilakukan untuk menciptakan perpajakan yang lebih sehat dan adil, yaitu melalui reformasi administrasi dan kebijakan.

Secara umum optimalisasi penerimaan perpajakan 2022 akan ditempuh dengan menggali potensi perpajakan melalui kegiatan pengawasan dan pemetaan kepatuhan yang berbasis risiko.

Kemudian memperluas basis perpajakan melalui perluasan objek dan ekstensifikasi berbasis kewilayahan serta menyesuaikan regulasi perpajakan sejalan dengan struktur ekonomi dan karakteristik sektor perekonomian.

Sementara untuk penguatan administrasi perpajakan dalam jangka menengah akan dilakukan melalui lima pilar yakni mencakup sisi organisasi, proses bisnis, regulasi, sumber daya manusia, dan penggunaan teknologi informasi.

Baca juga: Implementasi SIN bisa tingkatkan rasio pajak

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BACA juga:

Leave a Reply