Tersangka investasi bodong Lucky Star diringkus polisi

Popular

01:00:37

[Video] Apa motif Mahathir & Guan Eng buat pinjaman Bon Samurai sedangkan ekonomi negara disahkan kukuh?

Menteri kewangan Tengku Zafrul buat kenyataan bahawa kerajaan tak...

Kos pengeluaran arang batu turun, tarif elektrik dijangka lebih rendah

Tenaga Nasional Bhd (TNB) menjangkakan kemungkinan berlakunya penurunan kecil...

PROTON terus catat jualan memberangsangkan

Proton Holdings Bhd (PROTON) menjual sebanyak 11,378 unit kenderaan...

Covid-19: Masa sesuai kaji semula dasar pelaburan negara

Ini merupakan masa yang sesuai untuk Malaysia membuat pertimbangan...

China akan beli 1.7 juta tan minyak sawit Malaysia sehingga 2023

China menyatakan komitmennya untuk membeli 1.7 juta tan minyak...

Terkini

Kemarin, tersangka preman di Jakarta Utara dan Jakarta Barat ditangkap

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita seputar kriminalitas Jakarta terkait...

KISAH ANTI-VAKSIN, ISU PERDANA MENTERI BARU DAN HARAPAN KEPADA YDP AGONG

1. Anti vaksin jadi kambing hitam. Itulah yang mula...

Kim Jong Un label K-Pop sebagai ‘barah mudarat’

PYONGYANG: Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menuduh K-Pop...

限行令延长警方继续设路障·韩沙:接受14日到期通行信

内政部长拿督斯里韩沙再努丁指出,由于政府已延长限行令3.0两周,警方会继续接受将于14日届满的关键领域通行信函,直至28日。

Healthcare Assistant In The UK Steals Dead Patient’s Bank Card To Buy Snacks

A healthcare assistant, Ayesha Basharat was caught stealing an...

Tersangka mengambil gambar dari Google

Jakarta (ANTARA) – Satuan Reserse Kriminal Khusus Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) meringkus seorang tersangka diduga kasus investasi bodong menggunakan aplikasi Lucky Star dengan kerugian nasabah mencapai Rp15,6 miliar.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan tersangka dengan inisial HS alias SS itu telah menjalani investasi bodong tersebut sejak 2007.

“Tersangka mengambil gambar dari Google kemudian dilakukan rekayasa digital agar para korban tertarik pada bisnis investasi ilegal pelaku,” kata Ady Wibowo di Jakarta, Selasa.

Ady Wibowo menjelaskan dari penangkapan itu juga diamankan barang bukti dua unit laptop, tiga unit telepon seluler, satu unit hardisk, 13 buku tabungan, satu dokumen berkaitan data peserta investasi dan dokumen lainnya.

Ady Wibowo menambahkan kasus penipuan investasi bodong tersebut dilakukan dengan modus memanfaatkan aplikasi trading Lucky Star yang pusatnya berada di Belgia, kemudian dipromosikan melalui media sosial.

Baca juga: Ini tips Polda Metro Jaya hindari jebakan investasi bodong

Ady mengatakan dari hasil penyelidikan didapatkan bahwa dana yang diambil dari masyarakat (korban) sebagai kedok penipuan investasi forex yakni uang masyarakat tersebut tidak masuk ke rekening perusahaan tapi masuk ke rekening pribadi.

“Dari hasil penyelidikan saat ini kita identifikasi terdapat 53 korban yang mengikuti investasi ilegal Lucky star, dari bukti bukti yang kita kumpulkan kerugian total sebesar Rp15,6 miliar,” ujar Ady Wibowo.

Namun menurut Ady, jumlah korban dan kerugian kemungkinan akan bertambah karena berdasarkan penelusuran pihaknya setidaknya ada 100 orang yang mengikuti investasi tersebut.

Ady mengatakan para korban dijanjikan keuntungan hingga empat sampai enam persen per bulannya dari hasil investasi tersebut.

Dia mengatakan atas perbuatan tersebut tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP tentang Penipuan dan atau Penggelapan.

Baca juga: Polres Lumajang geledah Kantor Q-Net di Jakarta terkait kasus penipuan

“Kami membuka posko aduan terkait dengan kasus investasi ilegal tersebut, diharapkan masyarakat yang sudah menjadi korban agar segera melapor ke posko pengaduan kami di Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat,” jelas Ady Wibowo.

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BACA juga:

Leave a Reply